Kabar gembira datang untuk Microsoft. Dari laporan penjualan di minggu pertama beredarnya sistem operasi terbaru mereka, yakni Windows 7, angkanya cukup memuaskan.
Tercatat, pada minggu pertama penjualan, Windows 7 terjual 234 persen lebih banyak dibandingkan dengan penjualan Windows Vista di minggu pertama setelah diluncurkan.
Meski demikian, statistik penjualan sistem operasi tersebut datang dengan kabar kurang gembira, khususnya bagi para produsen hardware. Penjualan hardware komputer tetap tidak terpengaruh. Tetapi setidaknya, sukses awal Windows 7 merupakan hasil positif bagi Microsoft yang ingin menghapus kenangan buruk akan Windows Vista.
Seperti VIVAnews kutip dari PCWorld, 9 November 2009, Windows Vista memang menghadapi berbagai cobaan, baik dari sisi sistem operasi itu sendiri, ataupun berbagai kritik dan pandangan negatif dari sisi pengguna. Akan tetapi, di pasar sistem operasi, Windows Vista masih memiliki 19 persen pengguna, khususnya di segmen komputer desktop.
Terlepas dari apakah pengguna tersebut suka atau tidak suka terhadap Windows Vista, hardware yang mereka miliki sudah cukup untuk menjalankan sistem operasi Windows 7.
Ini tentu merupakan kabar gembira bagi Windows 7. Pasalnya, tidak seperti saat peralihan dari Windows XP ke Windows Vista, pengguna perlu melakukan upgrade terhadap hardware mereka agar sanggup menjalankan sistem operasi yang lebih baru itu dengan fungsionalitas penuh.
Di sisi lain, tidak perlu menukar hardware bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade sistem operasi adalah kabar yang kurang bagus bagi produsen hardware.
Note: Posting ini juga dalam rangka menyemarakkan acara Genia Fest 2009
15 November 2009
GENIA FESTIVAL : Pengguna Facebook Indonesia Dekati 12 Juta
Pengguna situs jejaring sosial Facebook telah mencapai 325 juta user dari seluruh dunia. Angka tersebut merupakan raihan sampai akhir pekan lalu.
Dari 325 juta pengguna tersebut, seperti VIVAnews kutip dari CheckFacebook, 9 November 2009, dari data terakhir yang mereka kumpulkan, pengguna Facebook di Indonesia semakin mendekati angka 12 juta. Tepatnya 11.759.980 user.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke 7 sebagai negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Dan dari 11 juta pengguna lebih tersebut, 47,04 persen di antaranya merupakan pengguna aktif.
Adapun urutan negara dengan pengguna terbanyak adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, Perancis, Kanada, Italia, Indonesia, Spanyol, Australia, dan Filipina.
Yang menarik, selisih jumlah pengguna Facebook di Indonesia dengan pengguna dari negara maju seperti Italia, Kanada, Perancis, hanya sekitar 1,6 juta pengguna saja. Bahkan pengguna Facebook asal Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Spanyol dan Australia.
Dalam seminggu terakhir, pengguna Facebook asal Indonesia tumbuh pesat, menempati peringkat 9 dari 10 negara dengan pertumbuhan pengguna tercepat. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 752.640 pengguna Facebook baru. Meski hanya tumbuh 6,84 persen, tetapi pertambahan penggunanya paling besar dibanding negara lainnya.
Adapun urutan negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook terbesar adalah Polandia (12,46%), Thailand (10,96%), Portugal (9,81%), Afrika Selatan (9,25%), Taiwan (7,82%), Romania (7,65%), Jerman (7,54%), Malaysia (7,43%), Indonesia (6,84%), dan Irak (6,72%).
Note: Posting ini juga dalam rangka menyemarakkan acara Genia Fest 2009
Dari 325 juta pengguna tersebut, seperti VIVAnews kutip dari CheckFacebook, 9 November 2009, dari data terakhir yang mereka kumpulkan, pengguna Facebook di Indonesia semakin mendekati angka 12 juta. Tepatnya 11.759.980 user.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke 7 sebagai negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Dan dari 11 juta pengguna lebih tersebut, 47,04 persen di antaranya merupakan pengguna aktif.
Adapun urutan negara dengan pengguna terbanyak adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, Perancis, Kanada, Italia, Indonesia, Spanyol, Australia, dan Filipina.
Yang menarik, selisih jumlah pengguna Facebook di Indonesia dengan pengguna dari negara maju seperti Italia, Kanada, Perancis, hanya sekitar 1,6 juta pengguna saja. Bahkan pengguna Facebook asal Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Spanyol dan Australia.
Dalam seminggu terakhir, pengguna Facebook asal Indonesia tumbuh pesat, menempati peringkat 9 dari 10 negara dengan pertumbuhan pengguna tercepat. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 752.640 pengguna Facebook baru. Meski hanya tumbuh 6,84 persen, tetapi pertambahan penggunanya paling besar dibanding negara lainnya.
Adapun urutan negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook terbesar adalah Polandia (12,46%), Thailand (10,96%), Portugal (9,81%), Afrika Selatan (9,25%), Taiwan (7,82%), Romania (7,65%), Jerman (7,54%), Malaysia (7,43%), Indonesia (6,84%), dan Irak (6,72%).
Note: Posting ini juga dalam rangka menyemarakkan acara Genia Fest 2009
GENIA FESTIVAL : Sistem Informasi Bencana Sahana Diterapkan
Seperti diberitakan VIVAnews, sebelumnya, hari ini pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengimplementasikan perangkat lunak sistem informasi manajemen penanggulangan bencana berbasis teknologi open source, yakni Sahana.
"Solusi ini membantu mempercepat pendistribusian dan pengolahan bahan bantuan, dan sangat membantu kemampuan pemerintah RI dalam merespon bencana alam," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif, di Kantor BNPB, Jl Ir H Juanda Jakarta, Senin 9 November 2009.
Sahana adalah sistem manajemen penanggulangan bencana open source, yang dikembangkan pertama kali oleh para praktisi TI (universitas maupun perusahaan) dari Srilanka untuk mengatasi musibah tsunami besar yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Nama Sahana sendiri berasal dari Srilanka, yang berarti 'menolong' atau 'meringankan' (dari musibah yang terjadi). Sahana sudah teruji digunakan pada beberapa musibah di berbagai negara, seperti gempa bumi di Pakistan 2005, bencana tanah longsor di Selatan Leyte Filipina, gempa bumi Yogyakarta 2006, gempa Chengdu-Shizuan China 2008, serta gempa Padang.
Aplikasi perangkat lunak ini memungkinkan pemetaan bencana, pendataan korban (baik yang selamat, hilang, korban jiwa, dll), pemetaan kamp pengungsian, inventarisasi kebutuhan di lapangan, katalog bantuan, serta koordinasi aksi, yang semuanya berbasis web.
Mulanya, kata Syamsul, ada beberapa sistem penanggulangan bencana yang dipertimbangkan oleh BNPB, termasuk di antaranya sistem penanggulangan bencana dari Perancis. "Tapi yang dari Perancis agak susah," kata Syamsul. Karena memanfaatkan teknologi open source, BNPB sama sekali tidak mengeluarkan anggaran dana untuk menerapkannya.
"Dengan sistem ini, setidaknya saya ingin bisa memantau sejauh mana kemajuan sebuah program yang sedang dijalankan. Agar bisa lebih transparan, dan yang penting bantuan tak bisa dikorupsi," kata Syamsul. Oleh karenanya, sistem ini akan bisa diakses oleh BPK maupun KPK untuk keperluan audit.
Dalam pengimplementasian sistem Sahana, BNPB dibantu oleh IBM, dan akan menjadikannya sebagai standar sistem informasi manajemen penanggulangan bencana yang terjadi secara nasional.
"BNPB ingin Sahana ini menjadi standar. Karena bila tidak ada standar, semua orang punya sistem sendiri, maka bisa kacau," ujar Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo di tempat yang sama.
Kustomisasi modul-modul dilakukan agar aplikasi ini bisa lebih aplikatif untuk kondisi di Indonesia. Menurut Aria Yuda, salah satu tim teknis dari IBM, kustomisasi Sahana untuk BNPB dilakukan hanya dalam waktu 7 hari.
Beberapa penyesuaian yang dilakukan antara lain adanya konversi berbagai jenis satuan dari bantuan yang diberikan, atau penyederhanaan form isian. "Penyederhanaan form kami lakukan agar lebih cocok dengan kondisi di Indonesia," kata Aria.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Priyadi Kardono, sistem ini akan melengkapi aplikasi BNPB lainnya, dari mulai aplikasi pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. "Kita akan mengintegrasikan ke daerah-daerah di tingkat Kabupaten atau Provinsi," katanya.
Untuk menjaga akuntabilitas dan kesahihan datanya, kata Suryo, pemerintah tidak akan memberikan otorisasi setingkat administrator kepada pihak lain, semisal LSM serta organisasi non pemerintahan lainnya. "Akses untuk melihat data diberikan, namun mereka tidak bisa merubah-rubah data yang ada," Suryo menjelaskan.
Namun, kata Aria, teknologi open source yang dimiliki Sahana tetap memberikan ruang dibuatnya semacam versi Wiki dari Sahana BNPB, sehingga setiap orang bisa berkontribusi untuk berbagi informasi, sebelum pada tahap berikutnya, data tersebut diklarifikasi dan dijadikan data resmi yang telah diverifikasi BNPB.
Note: Posting ini juga dalam rangka menyemarakkan acara Genia Fest 2009
"Solusi ini membantu mempercepat pendistribusian dan pengolahan bahan bantuan, dan sangat membantu kemampuan pemerintah RI dalam merespon bencana alam," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif, di Kantor BNPB, Jl Ir H Juanda Jakarta, Senin 9 November 2009.
Sahana adalah sistem manajemen penanggulangan bencana open source, yang dikembangkan pertama kali oleh para praktisi TI (universitas maupun perusahaan) dari Srilanka untuk mengatasi musibah tsunami besar yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Nama Sahana sendiri berasal dari Srilanka, yang berarti 'menolong' atau 'meringankan' (dari musibah yang terjadi). Sahana sudah teruji digunakan pada beberapa musibah di berbagai negara, seperti gempa bumi di Pakistan 2005, bencana tanah longsor di Selatan Leyte Filipina, gempa bumi Yogyakarta 2006, gempa Chengdu-Shizuan China 2008, serta gempa Padang.
Aplikasi perangkat lunak ini memungkinkan pemetaan bencana, pendataan korban (baik yang selamat, hilang, korban jiwa, dll), pemetaan kamp pengungsian, inventarisasi kebutuhan di lapangan, katalog bantuan, serta koordinasi aksi, yang semuanya berbasis web.
Mulanya, kata Syamsul, ada beberapa sistem penanggulangan bencana yang dipertimbangkan oleh BNPB, termasuk di antaranya sistem penanggulangan bencana dari Perancis. "Tapi yang dari Perancis agak susah," kata Syamsul. Karena memanfaatkan teknologi open source, BNPB sama sekali tidak mengeluarkan anggaran dana untuk menerapkannya.
"Dengan sistem ini, setidaknya saya ingin bisa memantau sejauh mana kemajuan sebuah program yang sedang dijalankan. Agar bisa lebih transparan, dan yang penting bantuan tak bisa dikorupsi," kata Syamsul. Oleh karenanya, sistem ini akan bisa diakses oleh BPK maupun KPK untuk keperluan audit.
Dalam pengimplementasian sistem Sahana, BNPB dibantu oleh IBM, dan akan menjadikannya sebagai standar sistem informasi manajemen penanggulangan bencana yang terjadi secara nasional.
"BNPB ingin Sahana ini menjadi standar. Karena bila tidak ada standar, semua orang punya sistem sendiri, maka bisa kacau," ujar Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo di tempat yang sama.
Kustomisasi modul-modul dilakukan agar aplikasi ini bisa lebih aplikatif untuk kondisi di Indonesia. Menurut Aria Yuda, salah satu tim teknis dari IBM, kustomisasi Sahana untuk BNPB dilakukan hanya dalam waktu 7 hari.
Beberapa penyesuaian yang dilakukan antara lain adanya konversi berbagai jenis satuan dari bantuan yang diberikan, atau penyederhanaan form isian. "Penyederhanaan form kami lakukan agar lebih cocok dengan kondisi di Indonesia," kata Aria.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Priyadi Kardono, sistem ini akan melengkapi aplikasi BNPB lainnya, dari mulai aplikasi pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. "Kita akan mengintegrasikan ke daerah-daerah di tingkat Kabupaten atau Provinsi," katanya.
Untuk menjaga akuntabilitas dan kesahihan datanya, kata Suryo, pemerintah tidak akan memberikan otorisasi setingkat administrator kepada pihak lain, semisal LSM serta organisasi non pemerintahan lainnya. "Akses untuk melihat data diberikan, namun mereka tidak bisa merubah-rubah data yang ada," Suryo menjelaskan.
Namun, kata Aria, teknologi open source yang dimiliki Sahana tetap memberikan ruang dibuatnya semacam versi Wiki dari Sahana BNPB, sehingga setiap orang bisa berkontribusi untuk berbagi informasi, sebelum pada tahap berikutnya, data tersebut diklarifikasi dan dijadikan data resmi yang telah diverifikasi BNPB.
Note: Posting ini juga dalam rangka menyemarakkan acara Genia Fest 2009
Langganan:
Postingan (Atom)